JAKARTA SUARABRITA.COM Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN memperkuat ketahanan pangan regional guna menghadapi dampak cuaca ekstrem, perubahan iklim, serta ketegangan geopolitik global yang memengaruhi pasokan pangan dunia.
Dalam berbagai forum internasional dan regional, Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi isu penting yang harus menjadi prioritas bersama negara-negara Asia Tenggara. Menurutnya, ASEAN harus mampu membangun sistem pangan yang kuat agar tidak mudah terdampak krisis global.
Prabowo menyebut perubahan iklim telah menyebabkan gangguan produksi pertanian di berbagai negara. Selain itu, konflik geopolitik dunia juga berdampak pada distribusi bahan pangan, pupuk, hingga kenaikan harga energi yang berpengaruh terhadap sektor pertanian.
“Ketahanan pangan adalah kunci stabilitas kawasan. Negara ASEAN harus memperkuat kerja sama dan meningkatkan produksi pangan nasional,” ujar Prabowo.
Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong program swasembada pangan melalui modernisasi pertanian, pembangunan irigasi, peningkatan kualitas bibit, hingga dukungan terhadap petani lokal. Langkah tersebut di lakukan untuk menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kawasan ASEAN.
Selain itu, kerja sama antarnegara ASEAN di nilai penting untuk menjaga cadangan pangan regional dan memperkuat rantai distribusi agar masyarakat tetap mendapatkan akses bahan pokok dengan harga stabil.
Pengamat menilai, penguatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis di tengah ancaman krisis pangan global yang di picu perubahan iklim dan ketidakstabilan ekonomi dunia.
Editor : vina








