JAKARTA suarabrita.com Juventus menelan kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 di Istanbul, Rabu dini hari WIB. Hasil ini membuat peluang wakil Italia itu untuk lolos semakin berat.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya mengalami kemunduran dalam laga tersebut. Ia menilai para pemain kehilangan karakter dan gagal membaca tekanan pertandingan.
“Kami seperti mundur tiga langkah. Tim tidak memahami risiko yang muncul di lapangan,” ujar Spalletti.
Juventus sebenarnya tampil baik pada babak pertama. Dua gol dari Teun Koopmeiners pada menit ke-16 dan ke-32 membawa tim tamu unggul 2-1. Galatasaray sempat mencetak gol lebih dulu lewat Gabriel Sara pada menit ke-15.
Namun, situasi berubah setelah turun minum. Galatasaray tampil agresif dan mencetak empat gol tambahan melalui Noa Lang (49’, 75’), Davinson Sánchez (60’), dan Sacha Boey (86’). Lini belakang Juventus gagal mengantisipasi serangan cepat tuan rumah.
Koopmeiners menegaskan timnya harus segera berbenah. Ia menyebut Juventus masih memiliki peluang pada leg kedua jika mampu tampil lebih disiplin dan tajam di depan gawang.
Kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk Juventus saat bermain di kandang Galatasaray. Dari beberapa pertemuan terakhir di Istanbul, Juventus belum pernah meraih kemenangan.
Juventus kini wajib bangkit pada leg kedua. Jika ingin menjaga asa di Liga Champions musim ini, mereka harus tampil lebih solid dan tidak mengulang kesalahan yang sama.
Editor : revina
Sumber Berita: antara news









