JAKARTA suarabrita.com Harga pangan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah komoditas mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Cabai rawit merah tercatat menjadi salah satu bahan pokok dengan lonjakan harga paling signifikan, bahkan menembus kisaran Rp82 ribu per kilogram di sejumlah daerah.
Kenaikan harga tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang dan pelaku usaha kuliner, tetapi juga di rasakan langsung oleh masyarakat yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pemantauan pasar, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari sentra produksi yang terdampak cuaca tidak menentu. Selain cabai, beberapa komoditas lain seperti telur ayam ras, bawang merah, dan sayuran tertentu juga menunjukkan tren kenaikan harga.
Para pedagang mengaku pasokan dari daerah penghasil mengalami penurunan sehingga harga di tingkat pasar ikut terdorong naik. Kondisi ini biasanya terjadi saat distribusi terganggu akibat curah hujan tinggi atau perubahan musim yang memengaruhi hasil panen.
Di sisi lain, pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan dan berupaya menjaga ketersediaan stok di berbagai daerah. Langkah stabilisasi harga dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha agar lonjakan harga tidak berlangsung dalam waktu lama.
Pengamat ekonomi menilai kenaikan harga pangan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat inflasi. Oleh karena itu, pengendalian pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Masyarakat diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan alternatif bahan pangan yang (tim)
Editor : vhi








