Jakarta suarabrita.com Amal jariyah adalah amalan yang pahala-nya terus mengalir meski seseorang meninggal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal, amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)
Amal ini menjadi bekal pahala abadi bagi setiap Muslim.
Sedekah Jariyah: Cara Pahala Terus Mengalir
Sedekah jariyah memberi manfaat jangka panjang dan pahala terus mengalir.
Contoh amalan:
Membangun masjid yang digunakan untuk ibadah.
Wakaf fasilitas umum seperti sekolah atau rumah sakit.
Menyediakan sumber air yang dipakai banyak orang.
Menyumbang Al-Qur’an atau buku agama agar ilmu dipakai terus.
Ilmu Bermanfaat: Pahala Abadi dari Pengetahuan
Mengajarkan ilmu yang bermanfaat memberi pahala berkelanjutan.
Contoh amalan:
Mengajar ilmu agama langsung kepada murid.
Menulis buku atau artikel Islami yang dibaca banyak orang.
Menjadi guru yang melahirkan generasi bermanfaat.
Berdakwah dan memberi nasihat positif.
Mengembangkan inovasi yang memberi manfaat luas.
Doa Anak Shaleh: Sumber Pahala dari Generasi Berikutnya
Doa anak shaleh menjadi amal jariyah setelah orang tua meninggal.
Cara mewujudkannya:
Mendidik anak agar taat dan berbakti.
Mengajarkan anak rutin mendoakan orang tua.
Memberi teladan akhlak baik setiap hari.
Memberi pemahaman agama yang cukup.
Membiasakan anak bersedekah sejak kecil.
7 Amalan Jariyah Tambahan
Hadis riwayat Baihaqi menyebut tujuh amalan jariyah lain:
Mengajarkan ilmu agama.
Mengalirkan sungai atau membuat saluran air.
Membuat sumur.
Menanam pohon kurma.
Membangun masjid.
Memberi mushaf Al-Qur’an.
Meninggalkan anak yang rutin mendoakan orang tua.
Kesimpulan: Tinggalkan Bekal Pahala Abadi
Amal jariyah memastikan pahala terus mengalir meski seseorang sudah meninggal.
Dengan sedekah, menyebarkan ilmu, dan mendidik anak shaleh, setiap Muslim meninggalkan bekal pahala abadi (vina)
Editor : revina









