suarabrita.com Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan peralihan kendaraan operasional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik mulai Mei 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah konkret efisiensi energi sekaligus upaya menjaga kualitas lingkungan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa pemkot telah melelang puluhan kendaraan operasional yang dinilai tidak lagi efisien. Kendaraan tersebut umumnya telah berusia lebih dari tujuh tahun.
“Sekitar 80 unit kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, sudah kita lelang sebagai bagian dari komitmen penghematan energi,” ujarnya.
Menurutnya, kendaraan yang telah dilelang akan di gantikan dengan kendaraan listrik melalui sistem sewa. Jika seluruh proses berjalan lancar, maka pada Mei 2026 kendaraan operasional Pemkot Surabaya akan sepenuhnya beralih ke listrik.
“Kalau lelangnya berhasil semua, bulan Mei kita ganti dengan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil,” tambahnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) agar pelaksanaan lelang dapat segera diselesaikan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi energi yang dilakukan secara menyeluruh.
“Kendaraan dengan usia lebih dari tujuh tahun kami kaji untuk di lelang. Ini bentuk upaya nyata penghematan energi yang dilakukan secara masif,” ungkapnya.
Selain penggantian kendaraan operasional, Pemkot Surabaya juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum dan kendaraan listrik, serta menerapkan skema work from home (WFH) guna mengurangi konsumsi energi.
Langkah ini diharapkan mampu menekan penggunaan BBM, mengurangi emisi karbon, serta mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan
Editor : vina
Sumber Berita: go news. id









