suarabrita.com Di jantung Kerinci, sebuah rumah sakit kini menapak puncak baru. RSUD Kerinci resmi masuk daftar rumah sakit prioritas nasional 2026. Hal ini menjadi simbol pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk memperkuat layanan medis di seluruh Indonesia. Selain itu, program ini mencakup peningkatan 66 RSUD. Langkah ini bertujuan mengurangi ketimpangan antara kota besar dan daerah pelosok.
Presiden Prabowo Subianto menugaskan program ini sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat sistem kesehatan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, “RSUD yang di tingkatkan akan memberikan layanan lengkap. Sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk perawatan spesialistik.”
RSUD Kerinci Strategis untuk Sumatra
Pemilihan RSUD Kerinci bukan kebetulan. Karena tantangan geografis dan keterbatasan rumah sakit tipe C di beberapa kabupaten Sumatra, Kerinci menjadi titik penting. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya menyebut, “Peningkatan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Selain itu, langkah ini menutup ketimpangan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.”
Dengan naiknya kelas, warga Kerinci kini dapat mengakses layanan medis lengkap di daerah sendiri. Sebagai hasilnya, biaya rujukan berkurang, kepercayaan masyarakat meningkat, dan ekosistem tenaga medis lokal tumbuh.
Target Nasional Hingga 2027
Sejak 2025, 11 RSUD telah naik kelas menjadi tipe C. Tahun 2026, 20 RSUD, termasuk RSUD Kerinci, ditargetkan rampung d itingkatkan. Sementara itu, 24 RSUD lainnya dijadwalkan selesai bertahap hingga 2027. Peresmian oleh Presiden dapat menjadi simbol hadirnya negara dalam menjamin hak kesehatan warga.
Dengan penguatan kapasitas, sarana, dan layanan, RSUD Kerinci memperkuat sistem rujukan daerah. Sehingga kesenjangan antara pusat dan pelosok bisa di kurangi. Rumah sakit ini menghadirkan harapan baru bagi setiap warga.(tim)
Editor : vina









