Kota Jambi,suarabrita.com Senin (3/2) — Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menata pelaksanaan Pasar Bedug selama bulan suci Ramadhan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, pemanfaatan badan jalan sebagai lokasi Pasar Bedug, khususnya di ruas jalan protokol, menjadi perhatian serius demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut Maulana, sejumlah ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, seperti Jalan Jenderal Sudirman di kawasan Jambi Selatan, tidak di rekomendasikan sebagai lokasi Pasar Bedug.
Kebijakan ini di lakukan untuk mencegah kemacetan serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadhan.
Pemerintah Kota Jambi akan mempertimbangkan penyelenggaraan Pasar Bedug di lokasi-lokasi yang selama ini rutin di gunakan, dengan syarat pengelola menandatangani pakta integritas. Pakta tersebut mengatur kewajiban menjaga ketertiban, pengaturan jam operasional, penataan pedagang, serta disiplin pengunjung agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Selain itu, Pemkot Jambi akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas apabila di perlukan, sehingga kegiatan UMKM tetap berjalan seiring dengan terjaganya ketertiban jalan umum.
Sebagai pusat kegiatan Pasar Bedug Ramadhan, kawasan Terminal Rawasari, Pasar Jambi, disiapkan untuk menampung sekitar 100 tenant, menyesuaikan kondisi lapangan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait akan di libatkan sesuai peran masing-masing guna mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Maulana berharap optimalisasi kawasan Terminal Rawasari dapat mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM sekaligus menjadi ruang kegiatan Ramadhan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.(tim)
Editor : vina









