JAKARTA suarabrita.com lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, menyebut maag dan vertigo sebagai gangguan kesehatan paling sering dialami masyarakat saat menjalani ibadah puasa akibat perubahan pola makan dan tidur.
Menurut Irwan, maag dan GERD di picu oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan manis berlebihan saat berbuka, serta adaptasi mendadak dari pola makan harian ke sahur. Kondisi ini meningkatkan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati hingga rasa terbakar di dada.
Ia menjelaskan, maag dapat berkembang menjadi Gastroesophageal Reflux Di sease (GERD) ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi dindingnya karena tingkat keasaman yang sangat rendah.
Selain itu, vertigo juga sering muncul selama puasa akibat perubahan jam tidur, kurang cairan, dan ketidakseimbangan elektrolit. Gangguan ini memengaruhi sistem vestibular di telinga dan menimbulkan sensasi pusing berputar secara tiba-tiba.
Irwan menambahkan, konsumsi kafein berlebihan yang bersifat diuretik serta kebiasaan bangun secara mendadak juga meningkatkan risiko vertigo dan jatuh.
Keluhan lain yang umum terjadi selama puasa meliputi sembelit, radang tenggorokan, dan jerawat. Untuk pencegahan, ia menyarankan menjaga hidrasi, membatasi kafein, mengatur pola makan seimbang, serta tidur maksimal pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan Indonesia Health Insight Report Q1 2026 dari Halodoc, konsultasi terkait maag dan vertigo meningkat 68 persen selama Ramadan, sembelit di alami 20 persen pengguna, dan konsultasi radang tenggorokan naik 13 persen pada pekan pertama puasa.(tim)
Editor : revina









