PBB suarabrita.com– Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan bahwa Kelompok 77 (G77) dan China merupakan pilar utama multilateralisme di tengah meningkatnya tantangan global.
Saat ini, dunia menghadapi konflik berkepanjangan, ketimpangan ekonomi yang melebar, krisis iklim, lonjakan utang, serta melemahnya kepercayaan global. Hal tersebut disampaikan Guterres dalam sambutannya pada upacara serah terima kepemimpinan G77 dan China, Rabu (15/1).
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama multilateral untuk mengatasi darurat iklim, memastikan transformasi digital yang inklusif, serta mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan tantangan global sendirian. Oleh karena itu, multilateralisme dan peran G77 dan China tetap tidak tergantikan,” ujar Guterres.
Sementara itu, Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock menyoroti tekanan besar terhadap sistem multilateral akibat polarisasi politik dan keterbatasan keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada kerja lapangan PBB di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Baerbock menegaskan bahwa G77 dan China memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai Piagam PBB di tengah dinamika global.
G77 dan China saat ini beranggotakan 134 negara dari Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Karibia, yang mewakili lebih dari 80 persen populasi dunia. Pada kesempatan yang sama, Uruguay resmi mengambil alih kepemimpinan G77 dan China untuk periode 2026, menggantikan Irak.
Editor : revina









