Jakarta suarabrita.com Presiden RI Prabowo Subianto berencana membangun sepuluh universitas baru di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), dengan standar internasional dan bahasa pengantar Inggris.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, inisiatif ini muncul dari pertemuan Presiden Prabowo dengan pimpinan 24 universitas top Inggris di UK–Indonesia Education Roundtable, London. Universitas seperti Oxford, Cambridge, King’s College, dan Imperial College terlibat.
Kerja sama mencakup pertukaran dosen, peningkatan mahasiswa Indonesia belajar di Inggris, serta penerapan standar internasional untuk universitas baru. Program ini menargetkan mahasiswa berprestasi dengan beasiswa penuh, termasuk pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum perkuliahan.
Presiden menekankan kebutuhan mendesak tenaga medis di Indonesia, saat ini kekurangan sekitar 140.000 dokter. Universitas baru ini akan menyiapkan dokter, dokter gigi, farmasi, serta lulusan STEM berkualitas, sekaligus membuka peluang profesor tamu dari luar negeri.
Pemerintah menargetkan universitas baru mulai menerima mahasiswa pada awal 2028. Kawasan kampus akan dirancang aman, nyaman, dan menarik bagi mahasiswa serta tenaga pengajar asing.
Manfaat:
Tenaga medis dan STEM berkualitas meningkat
Peningkatan peringkat universitas Indonesia secara global
Peluang belajar dan kerja sama internasional (tim)
Editor : vina









