suarabrita.com Kabupaten Malang kembali menorehkan kebanggaan di tingkat internasional. Aisyah Ar Rumy, siswi kelas IV SD Tahfidz Alquran Daarul Ukhuwwah, di percaya mewakili Indonesia dalam ajang Dubai International Holy Quran Award yang di gelar di Uni Emirat Arab.
Di usianya yang belum genap 10 tahun, Aisyah telah menghafal 26 juz Alquran. Setiap hari, ia menjaga hafalannya dengan membaca ulang 3 hingga 5 juz. Konsistensi itulah yang mengantarkannya lolos hingga masuk enam besar dalam seleksi nasional sebelum bertolak ke Dubai.
Nama Aisyah mulai di kenal publik sejak tampil dalam program Hafiz Indonesia. Penampilannya yang tenang dan penuh penghayatan saat melantunkan ayat suci membuat banyak orang kagum. Bagi Aisyah, menghafal bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari ibadah dan kecintaan pada Alquran.
Lahir di Malang, 19 November 2016, Aisyah tumbuh dalam keluarga yang mendukung penuh pendidikan tahfidz. Kedua orang tuanya, Muhammad Qowiyyul Huda dan Maisyaroh Cholilah, selalu mendampingi proses belajar dan murojaah hariannya.
Keikutsertaan Aisyah menjadi sejarah tersendiri bagi Kabupaten Malang. Ia tercatat sebagai siswa pertama dari daerah tersebut yang mewakili Indonesia di ajang internasional bergengsi ini.
Bupati Malang, Sanusi, secara langsung melepas keberangkatan Aisyah di sekolahnya yang berada di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. Pemerintah Kabupaten Malang juga memberikan dukungan dana sebesar Rp32 juta untuk kebutuhan selama mengikuti kompetisi, sementara biaya akomodasi utama ditanggung panitia penyelenggara.
Menurut Sanusi, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melahirkan generasi Qurani melalui program muatan lokal “Sekolah Plus Ngaji”. Program ini mendorong siswa membaca Alquran sebelum pelajaran di mulai, sementara siswa non-Muslim membaca kitab suci masing-masing dalam semangat moderasi beragama.
Partisipasi Aisyah di Dubai bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang membawa nama Indonesia di forum internasional. Dari Desa Asrikaton, cahaya Alquran kini menembus panggung dunia.
Masyarakat Kabupaten Malang pun berharap Aisyah dapat memberikan hasil terbaik. Lebih dari itu, kisahnya menjadi inspirasi bahwa ketekunan, di siplin, dan doa mampu membawa anak bangsa melangkah jauh melampaui batas usia.(tim)
Editor : revina









