Jakarta, Suarabrita.com 9 Februari 2026 Swasembada beras merupakan salah satu capaian penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, keberhasilan tersebut perlu terus di jaga agar tidak terjebak pada stagnasi produksi di tengah tantangan perubahan iklim dan di namika kebutuhan pangan.
Para pengamat menilai bahwa swasembada beras bukanlah kondisi yang bersifat permanen. Tanpa pembaruan kebijakan dan peningkatan produktivitas, capaian tersebut berpotensi mengalami tekanan, terutama akibat cuaca ekstrem, perubahan pola musim tanam, serta keterbatasan investasi di sektor pertanian.
Perubahan iklim menjadi faktor eksternal yang semakin memengaruhi produksi beras. Kekeringan, banjir, dan gangguan cuaca dapat berdampak langsung pada hasil panen dan distribusi pangan. Pengalaman menghadapi fenomena iklim sebelumnya menunjukkan pentingnya kesiapan dan antisipasi yang berkelanjutan.
Untuk menjaga stabilitas produksi, modernisasi pertanian dinilai menjadi langkah strategis. Pemanfaatan teknologi pertanian modern, seperti varietas padi unggul tahan iklim, sistem irigasi hemat air, serta penerapan pertanian presisi berbasis data, dapat meningkatkan efisiensi dan daya tahan produksi.
Selain itu, penguatan inovasi dan dukungan terhadap petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada beras. Dengan pendekatan yang adaptif dan berorientasi jangka panjang, swasembada beras di harapkan tetap menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional.(tim)
Editor : vina









