Istanbul suarabrita.com Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, memperingatkan bahwa Iran berpotensi semakin menguat apabila Amerika Serikat tidak menindaklanjuti ancaman yang telah disampaikan sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sejumlah pengarahan tertutup di Washington, menurut laporan media internasional.
Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, seiring langkah Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di Teluk. Meski demikian, pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa belum ada keputusan akhir, sementara jalur diplomasi tetap terbuka.
Laporan menyebutkan, pernyataan Pangeran Khalid mencerminkan di namika baru dalam sikap publik Arab Saudi yang selama ini menekankan kehati-hatian dan menghindari eskalasi konflik langsung dengan Iran. Beberapa pekan sebelumnya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman dikabarkan mendorong Washington untuk menahan diri dari opsi militer demi mencegah konflik regional yang lebih luas.
Dalam pertemuan dengan pejabat senior Amerika Serikat, pembahasan difokuskan pada situasi keamanan kawasan dan berbagai kemungkinan kebijakan ke depan. Namun, belum terlihat kejelasan mengenai arah strategi yang akan diambil pemerintah AS.
Secara terbuka, Arab Saudi menegaskan komitmennya terhadap penghormatan kedaulatan negara lain dan mengedepankan solusi diplomatik. Kerajaan juga menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya di gunakan untuk kepentingan serangan militer terhadap Iran.
Para pejabat Saudi di sebut berada pada posisi yang kompleks, menimbang risiko eskalasi konflik sekaligus kekhawatiran terhadap keseimbangan kekuatan di kawasan apabila ketegangan tidak dikelola secara efektif.(tim)
Editor : vina









