Sri Lanka, suarabrita.com 4 Maret 2026 – Kapal perang Iran IRIS Dena tenggelam setelah di serang oleh kapal selam Amerika Serikat di perairan lepas pantai Sri Lanka, Samudra Hindia. Insiden ini menandai eskalasi ketegangan antara AS dan Iran di jalur pelayaran internasional.
Menurut pernyataan resmi Pentagon, kapal selam AS menembakkan torpedo presisi tinggi, menenggelamkan IRIS Dena. Akibat serangan ini, puluhan awak kapal Iran tewas, sementara sisanya berhasil di selamatkan oleh pihak Sri Lanka.
Insiden ini menunjukkan kemampuan militer AS melakukan operasi jarak jauh sekaligus menjadi peringatan bagi Iran terkait aktivitas maritimnya di perairan internasional. Para analis menekankan bahwa langkah ini berpotensi memicu reaksi balasan dari Iran, yang bisa memengaruhi stabilitas politik dan keamanan maritim di kawasan.
Hingga kini, IRIS Dena tercatat sebagai satu-satunya kapal Iran yang tenggelam dalam insiden ini, dan tidak ada laporan resmi tentang serangan terhadap kapal Iran lainnya di lokasi yang sama.
Dampak dan Analisis
-
Operasi militer ini menegaskan dominasi AS di wilayah Samudra Hindia, terutama terhadap aktivitas kapal perang asing.
-
Para ahli keamanan maritim memperingatkan kemungkinan pengetatan keamanan di jalur pelayaran internasional akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran.
-
Meskipun hanya satu kapal yang tenggelam, insiden ini menjadi simbol konflik yang lebih luas antara kedua negara, berpotensi memicu konflik regional.
Fakta Cepat
-
Kapal: IRIS Dena (Iran)
-
Lokasi: Lepas pantai Sri Lanka, Samudra Hindia
-
Tanggal: 4 Maret 2026
-
Pelaku: Amerika Serikat (kapal selam)
-
Metode: torpedo presisi tinggi
-
Dampak: Puluhan tewas, sisanya di selamatkan (tim)
Editor : vina
Sumber Berita: antara news









