MATARAM suarabrita .com Gunung Rinjani, salah satu destinasi pendakian populer di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dibuka kembali mulai 28 Maret 2026. Penutupan sebelumnya akibat cuaca ekstrem membuat Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengevaluasi jalur, fasilitas, dan keselamatan pendaki.
Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menyatakan bahwa semua jalur dan fasilitas kini aman untuk pendaki.
Beberapa inovasi di terapkan, seperti gelang RFID untuk pendaki, personal beacon, pusat komando, integrasi radio, dan konsep zero waste berbasis digital.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mendukung pendakian eksklusif yang tetap menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara Balai TNGR, pemerintah, dan masyarakat.
Sepanjang 2025, Gunung Rinjani menerima 80.214 pendaki, termasuk 43.236 mancanegara dan 36.978 domestik. Pengunjung nonpendakian mencapai 52.108 orang. PNBP dari kawasan ini tercatat Rp25,92 miliar, dengan total perputaran ekonomi Rp182,05 miliar.
Pendakian kini siap menyambut wisatawan dengan pengalaman aman, berkualitas, dan ramah lingkungan. Gunung Rinjani tetap menjadi destinasi unggulan berbasis konservasi di Indonesia.(tim)
Editor : vina
Sumber Berita: Harianjogja.com,









