GAZA suarabrita.com Di Gaza, Ramadan bukan hanya soal puasa dan doa. Kardus, kayu, dan sisa logam menjadi lentera warna-warni, lahir dari tangan-tangan kecil yang penuh semangat. Anak-anak menghias, menyalakan, dan merasakan hangatnya kebahagiaan meski dunia di sekitar mereka di liputi duka.
Setiap lentera yang menyala adalah cahaya harapan, ketahanan, dan kreativitas. Di balik reruntuhan, suara tawa dan mata yang bersinar menandakan bahwa kegembiraan sederhana tetap hidup. Ramadan menjadi saksi bahwa dalam kesederhanaan pun, hati bisa bersinar dan dunia bisa terasa hangat.(tim)
Editor : vina









