Jelang Perundingan Nuklir, AS Kerahkan Pesawat Militer ke Israel

Washington mendaratkan pesawat militer di Bandara Ben Gurion serta mengevakuasi staf kedutaan di Lebanon di tengah meningkatnya tensi dengan Teheran.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat militer. (Xinhua)

Pesawat militer. (Xinhua)

Yerusalem suarabrita.com  Amerika Serikat (AS) meningkatkan kehadiran militernya di Israel dan mengevakuasi sejumlah diplomat dari Lebanon di tengah memanasnya ketegangan dengan Iran. Langkah ini terjadi hanya beberapa hari sebelum kedua negara melanjutkan pembicaraan nuklir yang dijadwalkan berlangsung di Eropa.

Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan pesawat tanker pengisian bahan bakar udara dan pesawat angkut berat C-17 Globemaster milik AS mendarat di Bandar Udara Ben Gurion dalam 24 jam terakhir. Bandara internasional utama Israel itu menjadi titik strategis masuknya tambahan aset militer Washington.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan sejumlah pesawat militer terparkir di area bandara. Penguatan ini di sebut sebagai bagian dari kesiapan AS menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika  diplomasi dengan Teheran tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  BTS Gelar Konser Jakarta 26–27 Desember 2026

AS Perkuat Militer, Semua Opsi Disebut Terbuka

Dalam beberapa pekan terakhir, AS juga menambah jet tempur, kapal induk, serta berbagai aset pendukung di kawasan Timur Tengah. Pejabat Washington menegaskan pemerintah tetap mengutamakan jalur diplomasi, namun tidak menutup opsi lain terkait sengketa program nuklir dan rudal Iran.

Sebaliknya, Iran memperingatkan akan memberikan respons tegas jika wilayah atau kepentingannya diserang, termasuk terhadap target AS maupun Israel. Situasi ini membuat kawasan kembali berada dalam sorotan dunia.

Evakuasi Diplomat AS dari Lebanon

Di saat bersamaan, Kedutaan Besar AS di Beirut mengevakuasi puluhan stafnya melalui Bandara Internasional Beirut. Media Lebanon, Lebanese Broadcasting Corporation International, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan untuk mengantisipasi potensi eskalasi regional.

Keputusan evakuasi ini mempertegas sinyal bahwa Washington bersiap menghadapi kemungkinan memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp16.847, Pasar Pantau Penyelidikan Powell

Jelang Putaran Lanjutan Pembicaraan Nuklir

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah dua putaran pembicaraan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran digelar bulan ini, masing-masing di Muscat pada 6 Februari dan di Jenewa pada 17 Februari.

Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi, menyatakan putaran berikutnya akan kembali di gelar di Jenewa pada 26 Februari. Pertemuan ini di nilai krusial untuk menentukan arah hubungan kedua negara ke depan.

Dengan pengerahan militer dan proses di plomasi yang berjalan bersamaan, dunia kini menanti apakah jalur perundingan mampu meredakan ketegangan, atau justru kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase eskalasi baru. (tim)

Editor : vina

Berita Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Indonesia Terancam
Ketegangan Iran–Israel–AS Picu Lonjakan Harga Minyak, Ekonomi
Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur
Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Dampak Konflik Timur Tengah
Krisis Timur Tengah 2026: Warga Sipil Terjebak di Tengah Konflik”
8 Maret, Dunia Rayakan Hari Perempuan Internasional
Formula 1 2026 Resmi Dimulai Lewat GP Australia di Melbourne
Puluhan Awak Tewas, Kapal Iran IRIS Dena Hancur di Samudra
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:30 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Indonesia Terancam

Minggu, 26 April 2026 - 14:00 WIB

Ketegangan Iran–Israel–AS Picu Lonjakan Harga Minyak, Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 12:21 WIB

Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Dampak Konflik Timur Tengah

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:00 WIB

Krisis Timur Tengah 2026: Warga Sipil Terjebak di Tengah Konflik”

Berita Terbaru