iran tegaskan garis merah nuklir di jenewa

Delegasi Teheran dan Washington kembali bertemu, menegaskan kompromi bersyarat dan batas diplomasi yang tak tergoyahkan.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

presiden amerika serikat donald trump menyambut perdana mentri israel benjamin netanyahu di gedung putih washington,D.C., amerika serikat ,11 febuari 2026 (suarabrita.com) bey ANTARA

presiden amerika serikat donald trump menyambut perdana mentri israel benjamin netanyahu di gedung putih washington,D.C., amerika serikat ,11 febuari 2026 (suarabrita.com) bey ANTARA

Kairo suarabrita.com Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, terbang ke Jenewa Minggu (15/2) untuk putaran kedua pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat. Pertemuan itu memperlihatkan perbedaan tajam terkait kesepakatan yang diinginkan kedua pihak.

Araghchi memimpin delegasi diplomatik khusus. Dia akan bertemu Menlu Swiss Ignazio Cassis, Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. Dari pihak AS, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, memimpin delegasi Washington.

Baca Juga :  Patel vs Mussa Rebut Gelar WBA Asia Gold 31 Januari 2026

Pada 6 Februari lalu, kedua pihak memulai putaran pertama di Muscat, Oman. Iran dan AS menyebut pertemuan itu sebagai awal yang baik, tetapi kedua pihak gagal mencapai terobosan.

Menjelang pertemuan Jenewa, pejabat Iran menegaskan keterbukaan bersyarat dan tetap mempertahankan garis merah di plomatik.

Wakil Menlu Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan Iran bersedia membahas pengayaan uranium 60 persen. Dia menekankan bahwa Iran menolak menghentikan pengayaan total dan tidak menegosiasikan program rudal. Sementara itu, Hamid Ghanbari, Wakil Menlu untuk diplomasi ekonomi, menyatakan diskusi Muscat membuka peluang investasi energi, pertambangan, dan pembelian pesawat AS.

Baca Juga :  Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan Iran

Teheran dan Washington tetap menghadapi diplomasi yang rapuh, tetapi setiap langkah membuka peluang kesepakatan baru.(tim)

Editor : vina

Berita Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Indonesia Terancam
Ketegangan Iran–Israel–AS Picu Lonjakan Harga Minyak, Ekonomi
Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur
Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Dampak Konflik Timur Tengah
Krisis Timur Tengah 2026: Warga Sipil Terjebak di Tengah Konflik”
8 Maret, Dunia Rayakan Hari Perempuan Internasional
Formula 1 2026 Resmi Dimulai Lewat GP Australia di Melbourne
Puluhan Awak Tewas, Kapal Iran IRIS Dena Hancur di Samudra
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:30 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Indonesia Terancam

Minggu, 26 April 2026 - 14:00 WIB

Ketegangan Iran–Israel–AS Picu Lonjakan Harga Minyak, Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 12:21 WIB

Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Dampak Konflik Timur Tengah

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:00 WIB

Krisis Timur Tengah 2026: Warga Sipil Terjebak di Tengah Konflik”

Berita Terbaru