Tehran suarabrita.com Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (AS), menjelang putaran lanjutan perundingan yang akan di gelar di Jenewa.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, pada Selasa (24/2) menegaskan bahwa Tehran siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna mempercepat tercapainya kesepakatan dengan Washington.
Dalam wawancara dengan stasiun radio Amerika Serikat, NPR, Takht-Ravanchi mengatakan delegasi Iran akan memasuki ruang perundingan dengan penuh ketulusan dan itikad baik. Ia juga berharap pendekatan serupa di tunjukkan oleh pihak Amerika Serikat.
“Jika ada kemauan politik dari semua pihak, saya percaya kesepakatan dapat di capai dengan sangat cepat,” ujarnya.
Sebagai di plomat senior yang pernah menjabat duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Takht-Ravanchi sebelumnya juga terlibat dalam negosiasi yang menghasilkan kesepakatan nuklir 2015.
Sejak bulan lalu, Iran dan AS telah menjalani dua putaran negosiasi tidak langsung dengan mediasi Oman. Upaya ini muncul di tengah dorongan sejumlah negara kawasan, termasuk Turki, untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi nuklir yang sempat terhenti pasca ketegangan regional tahun lalu.
Usai pembicaraan terakhir di Jenewa, kedua pihak menyampaikan optimisme dan menyepakati sejumlah prinsip panduan yang di nilai dapat membuka jalan menuju potensi kesepakatan baru.
Takht-Ravanchi menambahkan bahwa pembicaraan selanjutnya akan tetap berlangsung dalam kerangka kerja yang sama seperti pertemuan sebelumnya di Muscat dan Jenewa.
Menanggapi spekulasi terkait perluasan agenda perundingan, ia menegaskan bahwa fokus negosiasi tetap pada isu nuklir, sesuai kesepakatan semua pihak.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata akan menjadi situasi yang sulit di kendalikan apabila sampai terjadi. Dari perspektif Tehran, perang di sebut sebagai pertaruhan besar yang harus di hindari melalui jalur diplomasi.(tim)
Editor : revina









