Teheran suarabrita.com Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai perundingan nuklir terbaru antara Iran dan Amerika Serikat “maju selangkah”. Pertemuan tak langsung di gelar di Muscat, Oman, Jumat (6/2), sebagai hasil upaya di plomasi regional yang bersahabat.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan menolak segala bentuk intimidasi. “Jika berbicara dengan bahasa hormat, respons kami pun sama,” kata Araghchi.
Perundingan berlangsung di tengah ketegangan regional, termasuk peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah. Araghchi menambahkan, hasil awal perundingan positif, tetapi kelanjutan bergantung pada konsultasi kedua pihak di ibu kota masing-masing (tim)
Editor : vina









