Jakarta suarabrita.com Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas berakhirnya Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis New START antara Amerika Serikat dan Rusia pada 5 Februari 2026. Kemlu RI menegaskan pentingnya kedua negara melanjutkan dialog untuk menjaga pembatasan senjata nuklir dan menghindari eskalasi risiko global.
Menurut Kemlu RI, berakhirnya New START menandai ketiadaan batasan nuklir pertama kalinya sejak 1970-an, meningkatkan potensi perlombaan senjata baru dan ancaman kemanusiaan.
Indonesia menyerukan AS, Rusia, dan negara pemilik senjata nuklir lain untuk memenuhi kewajiban Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan bekerja menuju penghapusan total senjata nuklir.
New START berlaku sejak 2011 dan sempat di perpanjang lima tahun pada 2021. Per Januari 2025, Rusia memiliki 4.309 hulu ledak nuklir, AS 3.700, Prancis 290, Inggris 225, dan China sekitar 600. Presiden AS sebelumnya menyatakan ingin merundingkan perjanjian nuklir baru yang juga melibatkan China.
Indonesia menegaskan bahwa menjaga jalur komunikasi dan negosiasi nuklir adalah kunci untuk mencegah salah perhitungan, memastikan perdamaian, dan melindungi masa depan umat manusia.(tim)
Editor : vina









