Jakarta suarabrita.com Jumat, 7 Februari 2026
Indonesia dan Australia memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan traktat keamanan bersama di Istana Merdeka, Jakarta.
kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa perjanjian tersebut mencerminkan tekad bersama untuk memperdalam kerja sama keamanan nasional sekaligus memperkuat kepercayaan bilateral.
Presiden Prabowo menegaskan, bagi Indonesia, traktat ini sejalan dengan prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Indonesia memilih membangun hubungan internasional atas dasar saling percaya, iktikad baik, dan kerja sama yang setara.
Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan tidak memiliki musuh. Perjanjian ini menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama kawasan,” ujar Presiden.
Selain kerja sama keamanan, pertemuan bilateral tersebut juga membahas agenda prioritas di bidang pertanian, investasi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
Presiden Prabowo mengundang Australia untuk mengembangkan kerja sama usaha bersama di sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Di bidang investasi, Indonesia membuka peluang kerja sama hilirisasi mineral kritis, meliputi nikel, tembaga, bauksit, dan emas.
Pemerintah juga mendorong perusahaan nasional untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia sebagai bagian dari kemitraan yang saling menguntungkan.
Penandatanganan traktat ini diharapkan memperkuat fondasi hubungan Indonesia–Australia serta menghadirkan kontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan secara berkelanjutan (tim)
Editor : vina









