Ankara suarabrita.com– Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Turki. Fokusnya meliputi ekonomi, pertahanan, energi baru terbarukan, dan kendaraan listrik (EV).
Dalam Dialog 2+2 Indonesia–Turki, kedua negara sepakat menyelesaikan kesepakatan preferensial terbatas. Kesepakatan ini menjadi langkah awal kemitraan ekonomi strategis komprehensif.
Indonesia dan Turki akan membangun ekosistem baterai EV, mengembangkan industri petrokimia, serta memperkuat sektor pertambangan dan energi. Di bidang pertahanan, kedua negara meningkatkan kemandirian industri masing-masing.
Delegasi juga membahas dinamika regional dan global. Mereka menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan meningkatkan kerja sama perdagangan, energi, dan pangan. Turki menekankan pentingnya Indonesia sebagai mitra kunci di Asia Pasifik.
Dialog ini dihadiri Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler. Mereka membahas penguatan kerja sama strategis di keamanan, ekonomi, pembangunan, dan energi.(vina)
Penulis : vina
Editor : revina









