suarabrita.com Taubat adalah kewajiban setiap Muslim, bukan sekadar meminta ampun kepada Allah SWT. Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan ada tiga syarat taubat agar sah:
Berhenti Melakukan Maksiat
Hentikan perbuatan dosa sejak niat bertaubat muncul. Motivasi bisa berupa keinginan memperbaiki diri, menjalin hubungan halal, atau menjaga diri dari dosa dan penyakit.
1.Menyesal atas Perbuatan Maksiat
Rasa penyesalan tulus penting. Hindari bangga atau memamerkan dosa di media sosial. Hati yang mati sulit merasakan kesalahan.
2.Berkomitmen Tidak Mengulangi Dosa
Niat untuk tidak mengulang maksiat harus teguh, tanpa kompromi. Mengulangi dosa sama dengan belum benar-benar bertaubat.
Jika dosa melibatkan orang lain, syarat taubat bertambah empat: kembalikan hak orang lain, minta maaf, atau mencabut tuduhan.
Taubat harus dilakukan terus-menerus bila mengulangi kesalahan. Nabi Muhammad SAW bertaubat hingga 100 kali sehari, menunjukkan betapa pentingnya taubat bagi setiap Muslim.
Allah SWT berjanji menerima taubat siapa pun yang tulus:
“Jika kalian melakukan dosa hingga dosa kalian sampai ke matahari, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan mengampuni kalian.” (HR. Ibnu Majah)
Semoga kita selalu menjadi hamba yang bertaubat dan memperbaiki diri setiap kali berbuat salah.(red)
Editor : vina









