suarabrita.com Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota Allex Saputra periode 2025–2030 menjadi momentum evaluasi dan penguatan arah pembangunan daerah. Pemerintah Kota (Pemko) menegaskan fokus pada pelayanan dasar, perlindungan kelompok rentan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Rabu (25/2/2026), Hendri menyampaikan bahwa tahun pertama merupakan fase kerja nyata untuk memastikan program berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami memastikan setiap kebijakan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Pendidikan dan Penguatan Karakter
Di sektor pendidikan, Pemko merealisasikan program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP guna menjamin kesetaraan akses pendidikan serta meringankan beban ekonomi keluarga.
Pengembangan Islamic Center terus di lakukan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan wisata religi. Berbagai pembenahan fasilitas, penguatan kegiatan syiar, hingga kelas tahsin Alquran gratis menjadi bagian dari peningkatan kualitas spiritual masyarakat.
Program Sekolah Keluarga juga telah mewisuda 80 ibu rumah tangga sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
Perlindungan Sosial dan Layanan Lansia
Dalam bidang sosial, Pemko menghadirkan Istana Lansia sebagai pusat pelayanan terpadu bagi warga lanjut usia. Selain itu, Sekolah Lansia yang diikuti 212 peserta menjadi ruang pemberdayaan agar lansia tetap aktif dan produktif.
Graha Disabilitas diresmikan untuk mendukung pengembangan kapasitas penyandang disabilitas melalui pelatihan dan bantuan sosial. Sebanyak 129 penerima manfaat memperoleh dukungan pemenuhan kebutuhan dasar.
Perlindungan pekerja rentan juga di perkuat melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang di laksanakan secara bertahap.
Kesehatan dan Penurunan Stunting
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia difokuskan melalui program Golden Ages atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Intervensi di lakukan sejak masa kehamilan hingga anak usia dua tahun, termasuk pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita berisiko stunting.
Capaian Universal Health Coverage (UHC) 2025 menjadi indikator komitmen Pemko dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat.
Penguatan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Di sektor ekonomi, peningkatan daya saing tenaga kerja di akukan melalui pelatihan bahasa Jepang, hidroponik, dan pelatihan satpam. Program Walk In Interview juga di gelar untuk memperluas akses kerja dan menekan angka pengangguran.
Sementara di sektor pertanian, dukungan di berikan melalui bantuan alat mesin pertanian seperti traktor roda dua, rice transplanter, serta rehabilitasi jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Memasuki tahun kedua, Pemko Padang Panjang berkomitmen melanjutkan evaluasi dan memperkuat program prioritas.
“Kami tidak berhenti pada capaian satu tahun. Dukungan masyarakat menjadi energi utama pembangunan,” tutup Hendri. (tim)
Sumber Berita: albrita









