Jakarta suarabrita.com Purin kerap di salahpahami sebagai pemicu tunggal nyeri sendi. Padahal, senyawa ini merupakan bagian alami tubuh manusia dan berperan penting dalam kehidupan sel.
Purin adalah senyawa organik yang menyusun DNA dan RNA, hadir di setiap makhluk hidup. Dalam tubuh, purin berfungsi sebagai sumber energi, pengatur pertumbuhan sel, serta pendukung sistem metabolisme yang sehat selama kadarnya terjaga.
Secara alami, purin berasal dari dua sumber. Purin endogen di produksi tubuh sendiri dan mencakup sebagian besar kebutuhan. Purin eksogen berasal dari makanan, seperti daging merah, jeroan, hidangan laut, serta beberapa sayuran tertentu.
Melalui proses metabolisme di hati, purin di urai menjadi asam urat. Dalam kondisi normal, sebagian besar asam urat di serap kembali, sementara sisanya dikeluarkan melalui urine. Keseimbangan ini menjaga kadar asam urat tetap aman, yakni di bawah 7,0 mg/dL pada pria dan 6,0 mg/dL pada wanita.
Masalah kesehatan muncul saat produksi berlebih atau pembuangan asam urat terganggu. Kondisi ini dapat memicu hiperurisemia, yang berisiko menimbulkan gout, batu ginjal, hingga gangguan metabolik dan kardiovaskular.
Meski demikian, purin bukan musuh tubuh. Ia adalah fondasi energi dan komunikasi sel, bahkan berperan sebagai antioksidan alami dalam darah. Kuncinya terletak pada pola hidup seimbang dan pengelolaan asupan yang bijak.
Untuk menjaga kesehatan, di sarankan membatasi konsumsi makanan tinggi purin, menghindari alkohol serta minuman bergula, memperbanyak air putih, dan memilih pola makan berbasis nabati. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik untuk pengelolaan yang tepat dan aman.(vina)
Editor : vina









