Batam suarabrita.com Penjualan ornamen Tahun Baru Imlek di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami peningkatan signifikan menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili. Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan naik hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Pantauan di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Batam Kota, stan penjualan ornamen Imlek tampak ramai di datangi pembeli. Masyarakat sibuk memilih berbagai hiasan khas seperti lampion, gantungan dekorasi, angpau, hingga stiker doa keberuntungan.
Salah seorang pedagang, Flora, menyebutkan lonjakan pembeli mulai terasa sejak sepekan sebelum Imlek dan terus meningkat mendekati hari perayaan.
“Semakin dekat Imlek, pembeli semakin ramai. Di H-2 saja, penjualan bisa naik sampai 50 persen,” ujar Flora, Senin (15/2/2026).
Stan miliknya mulai beroperasi sejak awal Februari 2026 dengan menyediakan hampir 20 jenis ornamen. Harga yang di tawarkan bervariasi, mulai dari Rp9.000 hingga Rp1 juta per item.
Produk yang paling banyak diburu adalah lampion berlampu berwarna merah dengan tulisan Fu yang melambangkan keberuntungan. Lampion jenis ini bahkan sudah habis terjual setelah 20 kotak stok ludes.
“Lampion berlampu paling dicari karena di percaya membawa keberkahan. Semakin merah dan terang, di yakini semakin membawa hoki,” kata Flora.
Selain lampion, ornamen lain yang di minati adalah gantungan berbentuk nenas dan bawang putih sebagai simbol kedamaian serta doa kebaikan. Duilian atau stiker merah bertuliskan huruf emas juga menjadi favorit untuk ditempel di pintu dan dinding rumah.
Pedagang lain, Yenni, menyebutkan pusat penjualan ornamen Imlek di Batam banyak tersebar di pusat perbelanjaan besar seperti One Batam Mall, BCS, dan Nagoya Hill. Pembeli tidak hanya berasal dari Batam, tetapi juga dari luar daerah hingga Singapura.
“Mendekati Imlek, kami juga beri diskon sampai 40 persen untuk beberapa produk,” ujar Yenni.
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di peringati pada Selasa, 17 Februari 2026. Pemerintah menetapkan 16 Februari sebagai cuti bersama, sehingga masyarakat menikmati libur panjang menjelang perayaan.
Editor : vina









