Kerinci suarabrita.com Malam itu gerimis membasahi Jalan Raya Kerinci–Bangko. Sepeda motor hitam Honda Vario melaju, membawa sang musisi, Hendrayadi (50), menembus remang lampu jalan. Takdir menunggu di bahu jalan sebuah truk parkir yang diam, tenang, tanpa bergerak.
Korban datang dari Sungai Penuh menuju Desa Pulau Sangkar. Jarak yang terlalu dekat, waktu yang terlalu singkat akhirnya benturan pun tak terelakkan. Kepala pengendara terbentur keras, dan nyawa yang selama ini menebar nada kini terhenti dalam perjalanan ke RSUD Mayjen Thalib.
Jalan di lokasi lurus, beraspal, marka terlihat, rambu tersedia. Cuaca gerimis, lingkungan pemukiman. Kerugian material kecil, nyawa tak tergantikan.
Polisi hadir, mengamankan tempat, mendata saksi, dan menyelidiki identitas pengemudi truk. Masyarakat di imbau tetap waspada, menyesuaikan kecepatan, dan berhati-hati, terutama malam hari dan saat hujan.
Dalam sunyi malam Kerinci itu, nada hidup seorang musisi terhenti, meninggalkan kenangan dan pelajaran untuk semua pengguna jalan.(r)
Penulis : v
Editor : vina









