suarabrita.com Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi atas upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan Tim SAR gabungan.
Adik ipar korban, Asep Hilman Rosadi, mengatakan pihak keluarga di fasilitasi berangkat ke Makassar dan mendapatkan pelayanan serta informasi yang akurat selama proses pencarian. Ia menempuh perjalanan darat dan udara untuk ikut memantau langsung proses evakuasi.
Hilman mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta relawan yang terlibat dalam operasi SAR di medan berat Gunung Bulusaraung. Menurutnya, proses evakuasi korban tidak mudah dan membutuhkan dedikasi tinggi.
Jenazah korban atas nama Deden Maulana (43) di temukan pada Minggu, 18 Januari, di lereng gunung dengan kedalaman sekitar 300 meter. Korban teridentifikasi melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI Polda Sulawesi Selatan.
Upacara persemayaman di laksanakan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Jakarta Selatan, sebagai bentuk penghormatan dengan pemberian pangkat anumerta. Jenazah selanjutnya dimakamkan di Garut, Jawa Barat.
Deden Maulana di ketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang mengalami kecelakaan saat menabrak Gunung Bulusaraung.(tim)
Editor : revina









