BANYUWANGI suarabrita.com Durian Merah Banyuwangi resmi di tetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG) pertama untuk durian di Indonesia. Sertifikat di terbitkan Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, setelah pengajuan sejak 2023.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kebanggaannya dan berharap pengakuan IG ini menjadi promosi bagi durian merah, meningkatkan produktivitas petani di Kecamatan Songgon, dan menarik wisatawan ke Banyuwangi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan durian merah memiliki warna daging merah, merah pelangi, atau merah semburat, aroma khas, rasa manis-pahit seimbang, tekstur lembut, dan kandungan gizi tinggi. Durian ini berasal dari 6 varietas unggul nasional: Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan.
Luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi 27.890 ton, tersebar di Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, dan Srono. Sertifikat IG di serahkan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi, menjaga kekayaan genetik lokal dari klaim pihak luar.(tim)
Editor : masdianto









