Muaro jambi suarabrita.com DPRD Provinsi Jambi mendorong penguatan infrastruktur desa penyangga Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem sosial dan budaya, serta mendukung pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia.
“Desa penyangga harus menjadi desa wisata mandiri; infrastruktur baik, lingkungan tertata, ekonomi bergerak. Nilai cagar budaya akan semakin kuat,” ujar Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, Sabtu (7/2/2026).
Penguatan desa wisata penyangga bagian dari strategi besar memasukkan Muara Jambi ke daftar cagar budaya dunia. UNESCO menilai bukan hanya bangunan candi, tetapi juga ekosistem sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat sekitar.
Kepala Desa Muara Jambi, Abudzar, menyampaikan kebutuhan pembangunan turap untuk menahan abrasi sungai Batanghari. Abrasi mengancam rumah warga dan candi di bibir sungai. “Proposal turap sudah diajukan ke Kementerian PUPR. Dukungan DPRD sangat kami harapkan agar segera terealisasi,” kata Abudzar.
KCBN Muara Jambi memiliki delapan desa penyangga: Muara Jambi, Danolamo, Desa Baru, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Teluk, dan lainnya. Desa-desa ini menjadi kunci penguatan desa wisata, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.(tim)
Editor : vina









