suarabrita.com Devin Nur Feyza (7), bocah asal Bogor, mulai mengalami demam berkepanjangan pada 2024. Obat tidak mampu menurunkan panas tubuhnya. Beberapa hari kemudian, memar muncul di sejumlah bagian tubuh.
Ayah Devin, Nurjayadih, membawa putranya ke rumah sakit. Pemeriksaan laboratorium kemudian mengarah pada leukemia.
“Awalnya demam terus, lalu muncul memar-memar. Setelah dokter memeriksa, hasilnya mengarah ke leukemia,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Perawatan Panjang yang Dijalaninya
Devin kini menjalani kemoterapi sebagai terapi utama. Selama dua tahun terakhir, ia telah menyelesaikan 54 dari 108 sesi kemoterapi.
Nurjayadih menjelaskan bahwa banyak faktor dapat memicu kanker darah pada anak, termasuk lingkungan dan pola makan. Karena keluarga tidak memiliki riwayat kanker, ia menduga kebiasaan konsumsi makanan instan menjadi salah satu pemicu.
Perjalanan Devin mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap gejala leukemia pada anak, seperti demam lama, memar tanpa sebab, tubuh mudah lelah, dan wajah tampak pucat.
Di usia tujuh tahun, Devin terus berjuang. Dengan senyum kecilnya, ia menjaga harapan tetap hidup.(tim)
Editor : vina









