jakarta suarabrita.com Kejernihan air danau bukan hanya soal keindahan. Air yang bening mencerminkan keseimbangan alam, kualitas lingkungan, dan proses geologi yang berlangsung secara alami. Di beberapa wilayah dunia, danau memiliki tingkat kejernihan luar biasa, memungkinkan cahaya menembus jauh hingga ke dasar perairan.
Berbagai penelitian ilmiah dan catatan wisata internasional mencatat adanya danau dengan visibilitas air puluhan meter. Kondisi ini terjadi karena sumber air yang murni, minim sedimen, serta ekosistem alami yang tetap terjaga.
Salah satu contohnya adalah Blue Lake di Selandia Baru yang dikenal sebagai danau air tawar paling jernih di dunia. Airnya tersaring secara alami melalui lapisan tanah dan batuan, sehingga hampir tidak mengandung partikel. Kejernihan serupa juga ditemukan di Lake Mashu di Jepang, danau kawah yang terkenal dengan air bening dan lanskap yang tenang.
Di Rusia, Lake Baikal menunjukkan bagaimana ekosistem mikroorganisme membantu menjaga kejernihan air danau tertua di dunia tersebut. Sementara itu, Crater Lake di Amerika Serikat memiliki air sangat bersih karena hanya menerima pasokan dari hujan dan lelehan salju. Di Swedia, Rissajaure memperlihatkan kejernihan ekstrem berkat sumber air dari gletser alami.
Danau-danau jernih ini menjadi indikator penting kesehatan lingkungan global. Keindahannya bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Pelestarian danau dengan air bening merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, agar keajaiban alam ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(tim)
Editor : vina









