Bandung, SuaraBrita.com – Bandara I Gusti Ngurah Rai memasang thermo scanner untuk mendeteksi penumpang dengan gejala super flu H3N2 subclade K.
General Manager Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan bahwa bandara mengaktifkan kembali alat pemindai suhu yang digunakan saat pandemi COVID-19. Petugas menggunakan alat ini untuk memantau penumpang yang demam dan langsung menindaklanjuti jika ditemukan gejala flu.
“Bandara ini merupakan pintu masuk internasional besar. Pemindai suhu memudahkan petugas mendeteksi penumpang dengan gejala flu,” kata Nugroho. Saat ini, petugas telah memasang 25 thermo scanner di jalur kedatangan dan keberangkatan internasional maupun domestik. Semua alat berfungsi normal.
Bandara Ngurah Rai melayani rata-rata 66.000 penumpang per hari, dan hingga kini petugas belum menemukan kasus super flu. Bandara juga menyiagakan personel kesehatan dan menyediakan fasilitas perawatan bila diperlukan. Selain itu, petugas terus berkoordinasi dengan Balai Karantina dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Hingga Desember 2025, Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus super flu di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.(vina)
Editor : vina









