MERANGIN suarabrita.com Gubernur Jambi Al Haris mendorong pengembangan padi ramah lingkungan untuk memperkuat swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menekan dampak perubahan iklim di sektor pertanian.
Al Haris menyampaikan hal tersebut saat memimpin gerakan tanam padi serentak di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Melalui kegiatan ini, petani dan masyarakat desa menunjukkan komitmen menjaga lahan pertanian agar tetap produktif dan tidak beralih fungsi.
Pemerintah daerah mengintegrasikan penanaman padi ramah lingkungan dalam program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). Program ini mendorong petani menerapkan budidaya berkelanjutan dengan produktivitas tinggi.
Provinsi Jambi menetapkan Kabupaten Merangin sebagai salah satu kawasan lumbung pangan daerah. Saat ini, produksi padi Jambi baru memenuhi sekitar 63 persen kebutuhan masyarakat, sementara sisanya masih berasal dari luar provinsi.
Pemerintah daerah terus memperluas areal tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan sekitar 3,8 juta penduduk Jambi secara mandiri. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.
Di Desa Seling, Kecamatan Tabir, petani mengelola potensi sawah seluas 171 hektare. Pada tahap awal, mereka menanami lahan seluas 30 hektare. Pemerintah optimistis kolaborasi petani dan daerah mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Jambi.(tim)
Editor : vina









