Sulawesi Tengah suarabrita.com Peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi perhatian luas publik. Insiden ini di sebut sebagai alarm nasional karena berdampak pada keselamatan pekerja serta menyoroti tata kelola lingkungan di kawasan industri strategis tersebut.
Material longsor di laporkan menimbun sebagian area kerja dan sejumlah alat berat. Tim gabungan segera melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian. Aktivitas di beberapa titik kawasan industri sempat di hentikan sementara untuk memastikan kondisi aman.
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan lingkungan dan manajemen risiko bencana di IMIP Morowali. DPR menilai audit independen perlu di lakukan, termasuk peninjauan izin lingkungan, pengelolaan daerah aliran sungai, serta standar keselamatan kerja di area pertambangan dan pengolahan nikel.
IMIP Morowali dikenal sebagai salah satu pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia. Kawasan ini memiliki peran penting dalam rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik. Karena itu, insiden longsor di IMIP tidak hanya berdampak pada aspek keselamatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap pengelolaan industri hilirisasi nasional.
Pakar lingkungan menilai risiko longsor di kawasan industri berbasis tambang perlu di antisipasi dengan kajian geologi yang ketat. Curah hujan tinggi, perubahan kontur lahan, serta aktivitas berat dapat meningkatkan potensi pergerakan tanah. Mereka mendorong penerapan sistem pemantauan lereng secara berkala dan transparansi laporan lingkungan kepada publik.
Hingga kini, penyebab pasti longsor di IMIP Morowali masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait diharapkan segera menyampaikan hasil investigasi secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat. (tim)
Editor : vina
Sumber Berita: suara com









