Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan

Duka dari Sukabumi menjadi pengingat sunyi tentang pentingnya kasih sayang dan perlindungan bagi setiap anak.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Seorang perempuan yang merupakan ibu tiri dari bocah di Sukabumi menyampaikan bantahan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus meninggalnya anak tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. (Ilustrasi/istockphoto)

Ilustrasi. Seorang perempuan yang merupakan ibu tiri dari bocah di Sukabumi menyampaikan bantahan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus meninggalnya anak tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. (Ilustrasi/istockphoto)

suarabrita.com Langit malam di Sukabumi terasa lebih kelam dari biasanya. Seorang bocah lelaki berusia 12 tahun berinisial N mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis malam, 19 Februari 2026. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang tak mudah terisi—bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi siapa pun yang mendengar kisahnya.

Sebelum berpulang, N sempat berjuang melawan kondisi yang terus memburuk. Ia dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dengan harapan masih ada waktu yang tersisa. Namun takdir berkata lain. Upaya penyelamatan tak mampu membendung jalan pulang yang telah digariskan untuknya.

Baca Juga :  DJBC & Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 1,6 Kg Sabu di Bandara Soekarno-Hatta

Di balik kabar duka itu, terselip cerita yang membuat dada sesak. Beredar dugaan bahwa N mengalami perlakuan tidak semestinya di lingkungan rumahnya sendiri. Aparat penegak hukum kini menangani kasus tersebut dan telah mengamankan seorang perempuan berinisial S untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Semua pihak tetap menjunjung asas praduga tak bersalah sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

Kepergian N menjadi gema sunyi yang mengetuk hati banyak orang. Seharusnya rumah adalah tempat paling aman bagi seorang anak—tempat ia tumbuh, tertawa, dan belajar tentang cinta. Namun ketika ruang itu justru menyisakan luka, dunia terasa begitu sempit bagi jiwa kecil yang belum sempat mengenal luasnya harapan.

Baca Juga :  Jenazah Pilot Capt. Andy Dahananto Tiba di Rumah Duka Tangerang

Kisah ini bukan sekadar kabar duka. Ia adalah pengingat bahwa setiap anak berhak atas pelukan yang tulus, kata-kata yang lembut, dan perlindungan tanpa syarat. Kekerasan dalam bentuk apa pun tak pernah memiliki ruang pembenaran.

Semoga proses hukum berjalan dengan adil dan terang. Dan semoga tak ada lagi anak yang harus berpamitan terlalu cepat, hanya karena dunia di sekitarnya gagal menjadi tempat yang aman baginya.(tm)

Editor : vina

Berita Terkait

Wako Alfin Menyusuri Luka Sekolah Terbakar di SMP Negeri 2
Pagi yang Membara di SMP Negeri 2 Sungai Penuh
51 Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Basilan Slug:
Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam, 20 Rumah Terdampak
Air Mata di Timur Perginya Seorang Anak, Tersentaknya Nurani NTT
Kabar Duka Menyelimuti Desa Air Teluh
Cahaya Anak yang Harus Terlindungi di Ngada
Polda Metro Klarifikasi Kasus “Mens Rea”
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 07:00 WIB

Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:37 WIB

Wako Alfin Menyusuri Luka Sekolah Terbakar di SMP Negeri 2

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:40 WIB

Pagi yang Membara di SMP Negeri 2 Sungai Penuh

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:48 WIB

51 Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Basilan Slug:

Senin, 16 Februari 2026 - 21:12 WIB

Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam, 20 Rumah Terdampak

Berita Terbaru

Wali Kota Hendri Arnis menerima penghargaan untuk Padang Panjang atas capaian kinerja dan inovasi pembangunan daerah tahun 2026.

sumbar

satu Tahun Hendri–Allex Pimpin Padang Panjang,

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi perjalanan hidup manusia menuju akhirat, mengingatkan bahwa dunia hanya persinggahan sementara. (Foto: Ilustrasi AI)

artikel

Sampai Di Mana Dunia Ini? Jejak Singkat Menuju Pulang

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:00 WIB

Suasana pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kantor BPJS Kesehatan. (Foto: Britainaja

Uncategorized

Iuran BPJS Kesehatan 2026 Dibahas, Dampak bagi Peserta

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB

Sungai Penuh

IAIN Kerinci Bahas Implementasi PP 55/2025 tentang Hukum Hidup

Kamis, 26 Feb 2026 - 08:00 WIB