Menuju Takwa: Jejak Sejarah Puasa Ramadan dalam Islam

Puasa Ramadan tidak langsung diwajibkan sejak awal Islam. Sejarah mencatat, kewajiban ini turun melalui Surah Al-Baqarah ayat 183 setelah sebelumnya Nabi Muhammad SAW menjalankan puasa ‘Asyura dan puasa tiga hari setiap bulan.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agar pelaksanaan puasa di bulan suci Ramadan dapat dipersiapkan dengan matang dan menghadirkan pahala yang sempurna.

Agar pelaksanaan puasa di bulan suci Ramadan dapat dipersiapkan dengan matang dan menghadirkan pahala yang sempurna.

suarabrita.com Ramadan selalu datang dengan cahaya. Ia membawa rindu, harap, dan janji ampunan. Namun, di balik kemuliaannya, ada sejarah panjang tentang bagaimana puasa akhirnya diwajibkan bagi umat Islam.

Pada masa awal Islam di Madinah, puasa Ramadan belum menjadi kewajiban. Berdasarkan riwayat yang di nukil oleh Imam At-Thobari dalam kitab tafsirnya, sahabat Muadz bin Jabal RA menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu menjalankan puasa ‘Asyura dan puasa tiga hari setiap bulan.

Tradisi itu berjalan hingga Allah SWT menurunkan perintah yang mengubah sejarah ibadah umat Islam. Melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah mewajibkan puasa Ramadan bagi orang-orang beriman.“Wahai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Baca Juga :  Merokok Setelah Wudu, Apakah Sah? Ini Jawaban Lengkapnya

Ayat ini menjadi tonggak di syariatkannya puasa Ramadan. Sejak saat itu, puasa tidak lagi sekadar amalan sunnah, tetapi kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.

Hikmah di Balik Disyariatkannya Puasa Ramadan

Sejarah puasa Ramadan bukan sekadar catatan waktu. Ia menyimpan hikmah mendalam. Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati, dan menguatkan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Saat lapar dan dahaga terasa, jiwa belajar tunduk dan hati belajar bersyukur.

Selain itu, puasa Ramadan membentuk karakter takwa. Inilah tujuan utama yang di tegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Takwa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta perbuatan.

Baca Juga :  Rahasia Derajat Tinggi Orang Tua di Surga Berkat Tulus Doa Anak

Memahami asal-usul dan sejarah di syariatkannya puasa Ramadan membuat ibadah ini terasa lebih bermakna. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah panggilan langit yang mengajak manusia kembali pada fitrah, memperbaiki diri, dan menjemput pahala yang di janjikan.

Dengan mengenal sejarahnya, umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan persiapan lebih matang, hati lebih bersih, dan niat yang lebih tulus demi meraih derajat takwa.(tim)

Editor : revina

Berita Terkait

Rahasia Derajat Tinggi Orang Tua di Surga Berkat Tulus Doa Anak
Kerja Keras Tapi Rezeki Tetap Seret? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
9 Hal yang Dibolehkan Saat Puasa Ramadan, Pahami Dalilnya
Al Ahzab 35 Janji Ampunan dan Pahala Besar bagi Muslim
Zina Dosa Besar, Masihkah Ada Ampunan?
Merokok Setelah Wudu, Apakah Sah? Ini Jawaban Lengkapnya
Cahaya Iman di Rumah yang Disinggahi Malaikat
Syam, Tiang Iman yang Tegak di Tengah Badai Akhir Zaman
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:10 WIB

Rahasia Derajat Tinggi Orang Tua di Surga Berkat Tulus Doa Anak

Senin, 23 Februari 2026 - 21:08 WIB

Kerja Keras Tapi Rezeki Tetap Seret? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:50 WIB

Menuju Takwa: Jejak Sejarah Puasa Ramadan dalam Islam

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:28 WIB

9 Hal yang Dibolehkan Saat Puasa Ramadan, Pahami Dalilnya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:22 WIB

Al Ahzab 35 Janji Ampunan dan Pahala Besar bagi Muslim

Berita Terbaru

Buah apel segar kaya serat, vitamin C, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Kesehatan

Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan: Buah Sederhana

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pedagang melayani pembeli di pasar tradisional dengan tumpukan cabai rawit merah yang mengalami kenaikan harga hingga mencapai Rp82 ribu per kilogram. Kenaikan harga pangan menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada kebutuhan sehari-hari.

Nasional

Harga Pangan Naik Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82 Ribu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:29 WIB

Panitia kurban membagikan daging kurban kepada warga usai penyembelihan hewan kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Pembagian daging dilakukan secara tertib untuk memastikan manfaat kurban dapat dirasakan masyarakat secara merata. (Foto: Ilustrasi AI)

islami

Daging Kurban Idul Adha 2026: Manfaat, Cara Pengolahan,

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Suasana aktivitas jual beli di pasar tradisional Indonesia yang menunjukkan komoditas bahan pokok seperti beras, cabai, bawang, telur, dan minyak goreng. Terlihat papan harga yang mencerminkan fluktuasi harga pangan hari ini, dengan interaksi antara pedagang dan pembeli dalam kondisi pasar yang ramai dan dinamis./sumber foto antara news

ekonomi

Update Harga Pangan Hari Ini: Beras Naik Tipis, Cabai

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:00 WIB