Flores Timur suarabrita.com, 5 Februari 2026
Air mata jatuh di Flores Timur ketika Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyinggung kepergian YBR, seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada. Tragedi itu ia sampaikan saat peluncuran NTT Mart, Kamis malam (5/2/2026), sebagai suara hati yang menggema tentang kemanusiaan dan kepedulian.
Dengan suara bergetar, Gubernur menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi duka bersama sekaligus pengingat bahwa setiap anak berhak atas masa depan yang layak. Ia menegaskan, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi hak dasar pendidikan.
Menurutnya, kejadian ini adalah tanggung jawab kolektif. Pemerintah daerah, pranata sosial, dan masyarakat di minta untuk saling menguatkan agar tidak ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan alat tulis sekolah.
YBR di ketahui merupakan siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Berdasarkan keterangan pemerintah desa setempat, sebelum kejadian YBR sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen. Permintaan tersebut belum dapat di penuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu berada di desa tetangga. Malam sebelum peristiwa, YBR menginap di rumah ibunya dengan harapan sederhana untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat NTT. Lebih dari itu, tragedi tersebut menjadi cermin bagi semua pihak bahwa kepedulian, empati, dan kehadiran negara harus terus di perkuat demi melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.(tim)
Editor : vina









