Air Mata di Timur Perginya Seorang Anak, Tersentaknya Nurani NTT

Tragedi siswa SD di Ngada menjadi cermin kepedulian bersama, ketika keterbatasan pendidikan mengetuk hati nurani pemerintah dan masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flores Timur suarabrita.com, 5 Februari 2026
Air mata jatuh di Flores Timur ketika Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyinggung kepergian YBR, seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada. Tragedi itu ia sampaikan saat peluncuran NTT Mart, Kamis malam (5/2/2026), sebagai suara hati yang menggema tentang kemanusiaan dan kepedulian.

Dengan suara bergetar, Gubernur menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi duka bersama sekaligus pengingat bahwa setiap anak berhak atas masa depan yang layak. Ia menegaskan, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi hak dasar pendidikan.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Aceh Barat 19 Hektare

Menurutnya, kejadian ini adalah tanggung jawab kolektif. Pemerintah daerah, pranata sosial, dan masyarakat di minta untuk saling menguatkan agar tidak ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan alat tulis sekolah.

YBR di ketahui merupakan siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Berdasarkan keterangan pemerintah desa setempat, sebelum kejadian YBR sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen. Permintaan tersebut belum dapat di penuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Baca Juga :  Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan

YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu berada di desa tetangga. Malam sebelum peristiwa, YBR menginap di rumah ibunya dengan harapan sederhana untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat NTT. Lebih dari itu, tragedi tersebut menjadi cermin bagi semua pihak bahwa kepedulian, empati, dan kehadiran negara harus terus di perkuat demi melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.(tim)

Editor : vina

Berita Terkait

Tragedi Longsor IMIP Morowali, DPR RI Sebut Alarm Nasional
Ambulans Kejar Fortuner Kabur Usai Kecelakaan di Bogor
Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan
Wako Alfin Menyusuri Luka Sekolah Terbakar di SMP Negeri 2
Pagi yang Membara di SMP Negeri 2 Sungai Penuh
51 Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Basilan Slug:
Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam, 20 Rumah Terdampak
Kabar Duka Menyelimuti Desa Air Teluh
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:00 WIB

Tragedi Longsor IMIP Morowali, DPR RI Sebut Alarm Nasional

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:00 WIB

Ambulans Kejar Fortuner Kabur Usai Kecelakaan di Bogor

Senin, 23 Februari 2026 - 07:00 WIB

Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:37 WIB

Wako Alfin Menyusuri Luka Sekolah Terbakar di SMP Negeri 2

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:40 WIB

Pagi yang Membara di SMP Negeri 2 Sungai Penuh

Berita Terbaru

Ilustrasi AI yang menggambarkan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, ditandai dengan simbol militer, ledakan, dan ketegangan geopolitik yang meningkat.bey suarabrita.com

Internasional

Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur

Minggu, 12 Apr 2026 - 12:21 WIB

Khairul Saleh, Kepala Desa Muara Jaya, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.

Sungai Penuh

Khairul Saleh Sampaikan Ucapan Idul Fitri 2026 Penuh Kehangatan

Rabu, 18 Mar 2026 - 09:30 WIB