Jakarta suarabrita.com Di Ngada, Nusa Tenggara Timur, keluarga dan komunitas merasakan duka mendalam. Siswa kelas IV SD meninggal terlalu dini.
kepergiannya meninggalkan kekosongan yang sulit di ungkapkan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan empati mendalam. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak harus nyata, bukan sekadar regulasi.
Setiap anak adalah harapan. Setiap tragedi mengingatkan kita bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) harus memberi manfaat hingga ke keluarga dan komunitas,” kata Arifah Fauzi, Kamis (5/2/2026).
Arifah menekankan, negara wajib memastikan anak-anak memperoleh pendidikan, ruang aman, dan perlindungan yang tulus. Regulasi tanpa makna tidak cukup. Anak harus merasakan manfaatnya secara nyata.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa informasi terkait bunuh diri tidak untuk ditiru. Mereka yang merasa tertekan atau memiliki pikiran gelap harus segera menghubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental.
Dalam hening duka, tersimpan ajakan. Mari bersatu, dari pemerintah hingga keluarga. Anak-anak harus tumbuh aman, terlindungi, dan di penuhi harapan. Karena setiap anak adalah cahaya. Kita wajib menjaganya agar tidak padam (tim)
Editor : vina









