JEPARA suarabrita.com Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, mendorong kerajinan dan UMKM menggerakkan ekonomi lokal. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara di Gedung Islamic Center, Kamis (29/1/2026). Acara dihadiri Ketua Dekranasda se-Jawa Tengah.
Ning Nawal menekankan pentingnya pendampingan pengrajin dan pelaku UMKM. Ia meminta setiap pengrajin memetakan potensi hingga nilai ekonominya. Langkah ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jepara memiliki 81.600 pelaku UMKM. Kota ini juga memiliki 500 industri mebel dan ukir dengan nilai ekonomi Rp3,2 triliun. Selain itu, 344 industri tenun troso menghasilkan Rp25,8 miliar per bulan. Sektor ini menyumbang 34,1% terhadap PDRB Jepara.
Hingga triwulan I 2026, ekonomi Jepara tumbuh 5,6%, naik dari 4,22% tahun sebelumnya.
Ning Nawal mendorong pengembangan batik siap pakai agar nilai produk meningkat. Ia menekankan pelatihan desainer muda agar kain diolah menjadi produk ready to wear. Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci penguatan ekonomi berbasis kerajinan.
Ketua Dekranasda Jepara, Laila Saidah Witiarso, menyebut galeri baru menampilkan 65 IKM. Produk yang di pamerkan meliputi kerajinan kayu, tenun troso, batik ecoprint, dan rajut. Galeri ini menjadi pusat pamer, promosi, dan penguatan jejaring usaha. Ia berharap galeri mendorong pengrajin naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi masyarakat.(tim)
Editor : vina
Sumber Berita: go news. id









