Papua suarabrita.com Raja Ampat, gugusan kepulauan di barat Semenanjung Kepala Burung Papua, di kenal sebagai salah satu surga laut terakhir di dunia. Kekayaan alamnya yang luar biasa menjadikan wilayah ini destinasi utama wisata bahari dan penyelaman internasional.
Nikolas Obinaru, Kepala Kampung Pam, menyebut kelimpahan ikan dan keindahan alam di Kepulauan Pam sebagai anugerah Tuhan yang di jaga turun-temurun oleh masyarakat. Selama ratusan tahun, warga hidup selaras dengan alam, memanfaatkan laut dan hutan secara bijak.
Raja Ampat tercatat sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia dengan lebih dari 600 spesies karang dan 1.600 lebih spesies ikan karang, serta habitat megafauna seperti paus, manta, penyu, dan cenderawasih. Ekosistemnya mencakup laguna, padang lamun, kawasan karst, hingga hutan tropis.
Kesadaran menjaga alam di wujudkan melalui tradisi sasi, yakni larangan mengambil sumber daya alam pada wilayah dan waktu tertentu. Di Kampung Pam, sasi diterapkan pada area terumbu karang yang menjadi tempat berkembang biak ikan serta pada hasil hutan tertentu.
Namun, meningkatnya kunjungan kapal wisata menimbulkan kekhawatiran warga akibat kerusakan terumbu karang yang di sebabkan oleh jangkar kapal. Padahal, Raja Ampat telah di tetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan seluas 1.348.459 hektare oleh pemerintah.
Kerusakan terumbu karang tidak hanya mengancam ekosistem laut dan pariwisata, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang bergantung langsung pada alam Raja Ampat.(tim)
Editor : vina









