Raja Ampat, Surga Laut Dunia yang Dijaga Lewat Tradisi Sasi

Kearifan lokal Kampung Pam melindungi terumbu karang di tengah meningkatnya wisata bahari

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua suarabrita.com Raja Ampat, gugusan kepulauan di barat Semenanjung Kepala Burung Papua, di kenal sebagai salah satu surga laut terakhir di dunia. Kekayaan alamnya yang luar biasa menjadikan wilayah ini destinasi utama wisata bahari dan penyelaman internasional.

Nikolas Obinaru, Kepala Kampung Pam, menyebut kelimpahan ikan dan keindahan alam di Kepulauan Pam sebagai anugerah Tuhan yang di jaga turun-temurun oleh masyarakat. Selama ratusan tahun, warga hidup selaras dengan alam, memanfaatkan laut dan hutan secara bijak.

Baca Juga :  Manis dan Lembut, Ternyata Ini Manfaat Pepaya Saat Buka Puasa

Raja Ampat tercatat sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia dengan lebih dari 600 spesies karang dan 1.600 lebih spesies ikan karang, serta habitat megafauna seperti paus, manta, penyu, dan cenderawasih. Ekosistemnya mencakup laguna, padang lamun, kawasan karst, hingga hutan tropis.

Kesadaran menjaga alam di wujudkan melalui tradisi sasi, yakni larangan mengambil sumber daya alam pada wilayah dan waktu tertentu. Di Kampung Pam, sasi diterapkan pada area terumbu karang yang menjadi tempat berkembang biak ikan serta pada hasil hutan tertentu.

Baca Juga :  Danau Kaco Kerinci: Pesona Air Biru di Tengah Hutan Hijau yang Menakjubkan

Namun, meningkatnya kunjungan kapal wisata menimbulkan kekhawatiran warga akibat kerusakan terumbu karang yang di sebabkan oleh jangkar kapal. Padahal, Raja Ampat telah di tetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan seluas 1.348.459 hektare oleh pemerintah.

Kerusakan terumbu karang tidak hanya mengancam ekosistem laut dan pariwisata, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang bergantung langsung pada alam Raja Ampat.(tim)

Editor : vina

Berita Terkait

Revitalisasi KCBN Muara Jambi Dorong Ekonomi dan Target UNESCO
Menteri Pariwisata Kunjungi Semarang, Perkuat Wisata Religi dan Heritage
Phu Quoc, Pulau Tercantik Asia 2026
Pemkot Surabaya Hidupkan 14 Ruang Publik Jadi Panggung Seni
“Beningnya Air, Jernihnya Alam Dunia”
Candi Muaro Jambi Wisata Sejarah Ikonik di Jambi
Wisata Ancol Sarolangun Jadi Favorit Ngabuburit Sore Hari
Indonesia Raih Puluhan Penghargaan Pariwisata Internasional 2026; Bali Jadi Destinasi Terbaik Dunia
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:32 WIB

Revitalisasi KCBN Muara Jambi Dorong Ekonomi dan Target UNESCO

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:20 WIB

Menteri Pariwisata Kunjungi Semarang, Perkuat Wisata Religi dan Heritage

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:25 WIB

Phu Quoc, Pulau Tercantik Asia 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 17:30 WIB

Pemkot Surabaya Hidupkan 14 Ruang Publik Jadi Panggung Seni

Senin, 2 Februari 2026 - 09:00 WIB

“Beningnya Air, Jernihnya Alam Dunia”

Berita Terbaru

Ilustrasi tentang besaran gaji PNS, PPPK, dan UMK 2026, menampilkan informasi gaji pokok, UMK/UMP, dan dampak kenaikan terhadap kesejahteraan ASN serta pekerja swasta.

Bisnis

Update Gaji PNS & PPPK 2026, Berapa Nominal di Daerahmu?

Kamis, 26 Feb 2026 - 21:00 WIB

Tampilan visual karakter dan hadiah Stellar Jade dalam game Honkai: Star Rail yang digunakan sebagai ilustrasi informasi kode redeem edisi 26 Februari 2026. (Foto: Ilustrasi/HoYoverse)

Games

Kode Redeem Honkai Star Rail 26 Februari 2026 Terbaru

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:08 WIB

Wali Kota Hendri Arnis menerima penghargaan untuk Padang Panjang atas capaian kinerja dan inovasi pembangunan daerah tahun 2026.

sumbar

satu Tahun Hendri–Allex Pimpin Padang Panjang,

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi perjalanan hidup manusia menuju akhirat, mengingatkan bahwa dunia hanya persinggahan sementara. (Foto: Ilustrasi AI)

artikel

Sampai Di Mana Dunia Ini? Jejak Singkat Menuju Pulang

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:00 WIB