Jambi suarabrita.com Pemerintah Kota Jambi menyesuaikan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 dengan kebutuhan petani, Sabtu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, menjelaskan bahwa pemerintah menyusun alokasi pupuk berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pemerintah memprioritaskan petani hortikultura dan palawija.
Pada 2026, Kota Jambi menerima pupuk urea lebih dari 49 ton dan pupuk NPK lebih dari 91 ton. Pemerintah juga menambah pupuk organik lebih dari 13 ton. Alokasi ini bertujuan menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian.
Menurut Evridal, petani pada 2025 umumnya menebus pupuk bersubsidi yang tersedia. Namun, sebagian petani memilih pupuk organik atau alternatif lain sesuai kondisi lahan. Pilihan tersebut membuat realisasi penebusan belum mencapai 100 persen.
Pemerintah tetap menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebagai langkah antisipasi. Langkah ini memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi.
Melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP), Pemerintah Kota Jambi mengawasi penyaluran pupuk secara rutin. Pemerintah juga melakukan evaluasi dan pendampingan agar distribusi tepat sasaran.
Pada 2025, Luas Tambah Tanam (LTT) Kota Jambi mencapai 534 hektare. Angka ini melampaui target 520 hektare. Produktivitas rata-rata mencapai 5,6 ton gabah kering panen per hektare.(tim)
Editor : vina









