51 Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Basilan Slug:

Feri penumpang dan kargo M/V Trisha Kerstin 3 karam diduga akibat masalah teknis di perairan Basilan.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal feri tenggelam di Filipina, 13 orang tewas dan lebih 100 penumpang masih hilang (Foto Ilustrasi Antara Bengkulu/Admin)
suarabrita.com

Kapal feri tenggelam di Filipina, 13 orang tewas dan lebih 100 penumpang masih hilang (Foto Ilustrasi Antara Bengkulu/Admin) suarabrita.com

 MASKOW suarabrita.com Laut Basilan tak selalu tenang. Pada Senin malam, ombak membawa kabar duka ketika kapal feri penumpang dan kargo M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di perairan dekat Provinsi Basilan, Filipina.

Kapal itu berlayar membawa harapan—332 penumpang dan 27 awak kapal. Namun hanya dalam hitungan waktu, perjalanan berubah menjadi tragedi kapal tenggelam di Filipina yang merenggut sedikitnya 51 nyawa.

Baca Juga :  9 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan Tubuh

Tim Penjaga Pantai Filipina terus menyisir laut. Para penyelam menemukan lima jenazah tambahan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Angka korban tewas pun bertambah, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang menanti di daratan.

Sebanyak 316 orang berhasil selamat dari kecelakaan laut tersebut. Mereka bertahan di tengah gelombang, menyelamatkan diri dari kapal yang perlahan hilang di bawah permukaan.

Laporan resmi yang dikutip dari Philippine News Agency menyebutkan dugaan awal mengarah pada masalah teknis sebagai penyebab kapal tenggelam. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara pasti apa yang terjadi malam itu.

Baca Juga :  Harga Pertamax Mendadak Naik, Berlaku di Seluruh Indonesia

Di perairan Basilan, laut kembali tenang. Namun bagi puluhan keluarga, tragedi kapal tenggelam ini akan selalu menjadi gelombang duka yang tak mudah reda.(tim)

Editor : VINA

Sumber Berita: antara news

Berita Terkait

Tragedi Longsor IMIP Morowali, DPR RI Sebut Alarm Nasional
Ambulans Kejar Fortuner Kabur Usai Kecelakaan di Bogor
Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan
Wako Alfin Menyusuri Luka Sekolah Terbakar di SMP Negeri 2
Pagi yang Membara di SMP Negeri 2 Sungai Penuh
Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam, 20 Rumah Terdampak
Air Mata di Timur Perginya Seorang Anak, Tersentaknya Nurani NTT
Kabar Duka Menyelimuti Desa Air Teluh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:00 WIB

Tragedi Longsor IMIP Morowali, DPR RI Sebut Alarm Nasional

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:00 WIB

Ambulans Kejar Fortuner Kabur Usai Kecelakaan di Bogor

Senin, 23 Februari 2026 - 07:00 WIB

Di Ujung Malam yang Sunyi, Seorang Bocah Pergi Tanpa Pelukan

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:37 WIB

Wako Alfin Menyusuri Luka Sekolah Terbakar di SMP Negeri 2

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:40 WIB

Pagi yang Membara di SMP Negeri 2 Sungai Penuh

Berita Terbaru

Ilustrasi AI yang menggambarkan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, ditandai dengan simbol militer, ledakan, dan ketegangan geopolitik yang meningkat.bey suarabrita.com

Internasional

Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur

Minggu, 12 Apr 2026 - 12:21 WIB

Khairul Saleh, Kepala Desa Muara Jaya, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.

Sungai Penuh

Khairul Saleh Sampaikan Ucapan Idul Fitri 2026 Penuh Kehangatan

Rabu, 18 Mar 2026 - 09:30 WIB