40 Perusahaan Baja Diduga Menunggak Pajak, Kemenkeu Siap Sidak Dua Raksasa Industri

Kasus PPN sektor baja dinilai berdampak sistemik terhadap iklim investasi dan kepastian hukum nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta suarabrita.com Isu tunggakan pajak yang melibatkan puluhan perusahaan baja mencuat di awal tahun fiskal 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sedikitnya 40 perusahaan baja terindikasi tidak memenuhi kewajiban perpajakan, terutama Pajak Pertambahan Nilai atau PPN. Dua perusahaan besar disebut akan segera dilakukan inspeksi mendadak guna memastikan kepatuhan fiskal.

Kasus ini tidak sekadar persoalan administratif. Industri baja merupakan sektor strategis yang menopang pembangunan infrastruktur, manufaktur, konstruksi, serta proyek strategis nasional. Karena itu, masalah kepatuhan pajak di sektor ini berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap kepercayaan pasar dan iklim investasi.

Baca Juga :  Kepala Desa Koto Tengah Tansrilana Sampaikan Salam Fitri

Penegakan hukum pajak dinilai bukan hanya bertujuan mengejar penerimaan negara, tetapi juga menjamin keadilan ekonomi dan persaingan usaha yang sehat.

Tunggakan pajak bernilai besar yang berlangsung lama memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan serta konsistensi kebijakan fiskal.

Kepastian hukum menjadi faktor kunci bagi investor jangka panjang. Selain potensi keuntungan, investor mempertimbangkan stabilitas regulasi dan keadilan penegakan aturan. Kasus tunggakan pajak perusahaan baja dinilai memberi sinyal campuran; di tengah dorongan industrialisasi dan hilirisasi, kewajiban fiskal pelaku industri belum sepenuhnya tertagih optimal.

Baca Juga :  Kemenkes Tegaskan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia

Hingga akhir Desember 2025, realisasi penerimaan pajak tercatat Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp2.189,3 triliun. Terdapat selisih sekitar Rp271,7 triliun, yang sebagian disebabkan oleh tantangan penagihan dan rendahnya kepatuhan wajib pajak besar. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat kepastian hukum perpajakan demi menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional.(tim)

Editor : vin

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Dampak Konflik Timur Tengah
Harga Pertamax Mendadak Naik, Berlaku di Seluruh Indonesia
Harga Emas 4 Maret 2026 Melemah, Investor Diminta Cermati
Singkong Diremehkan, Ternyata Khasiatnya Bikin Kaget Banget!
Harga Tembaga Global Terkini, Pengaruh Ekonomi China dan AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Brent Tembus Level Tertinggi
Harga Emas Antam 3 Maret 2026 Tetap di Atas Rp3 Juta
Kode Redeem Ojol Terbaru Maret 2026: Diskon GoRide & GoFood
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Dampak Konflik Timur Tengah

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:00 WIB

Harga Pertamax Mendadak Naik, Berlaku di Seluruh Indonesia

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas 4 Maret 2026 Melemah, Investor Diminta Cermati

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:00 WIB

Singkong Diremehkan, Ternyata Khasiatnya Bikin Kaget Banget!

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:00 WIB

Harga Tembaga Global Terkini, Pengaruh Ekonomi China dan AS

Berita Terbaru

Ilustrasi AI yang menggambarkan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, ditandai dengan simbol militer, ledakan, dan ketegangan geopolitik yang meningkat.bey suarabrita.com

Internasional

Iran Klaim Menang atas AS, Dunia Waspada Ketegangan Timur

Minggu, 12 Apr 2026 - 12:21 WIB

Khairul Saleh, Kepala Desa Muara Jaya, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.

Sungai Penuh

Khairul Saleh Sampaikan Ucapan Idul Fitri 2026 Penuh Kehangatan

Rabu, 18 Mar 2026 - 09:30 WIB