suarabrita.com Dunia adalah tempat singgah sementara, di mana segala sesuatu datang dan pergi tanpa bisa digenggam selamanya. Namun, banyak manusia justru menghabiskan hidup untuk mengejar hal-hal yang belum dimiliki, hingga lupa mensyukuri apa yang sudah ada.
Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, ketenangan sering disalahartikan sebagai hasil dari kepemilikan dan pencapaian. Padahal, ketenangan sejati lahir dari rasa cukup dan hati yang bersyukur. Dunia bukan tujuan akhir, melainkan ruang pembelajaran untuk menata iman dan kesabaran.
Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada hari penuh senyum, ada pula hari yang diwarnai air mata. Namun setiap peristiwa menyimpan hikmah. Kegagalan mengajarkan kedewasaan, kehilangan membuka ruang keikhlasan, dan kesulitan mendekatkan manusia kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang berada di atasmu, agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim).
Hadis ini menegaskan pentingnya mengendalikan pandangan hati agar tidak terjebak dalam rasa kurang. Ketika hati dipenuhi syukur, masalah tidak lagi mendominasi pikiran, dan dunia terasa lebih ringan dijalani.
Dunia hanyalah titipan sementara. Kebahagiaan sejati bukan diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa dalam seseorang mampu merasa cukup dan tenang.(vina)
Penulis : revina
Editor : vina
Sumber Berita: by revina









